2.08.2015

Kereen, Kemenag Gunakan Sosial Media Sebagai Salah Satu Media Informasi

Jakarta (Pinmas) —- Kebaradaan sosial media yang saat ini berkembang

menjadi salah satu sumber informasi yang digunakan Menteri Agama

Lukman Hakim Saifuddin khususnya terkait informasi dan isu seputar

keagamaan. Selain itu, sosmed khususnya Twitter menjadi medium Menag

untuk mempublikasikan kegiatannya dan menyampaikan respon atas

sejumlah isu penting yang sedang hangat di masyarakat terutama isu

yang menyangkut tugas dan fungsi Kemenag.



'Twitter merupakan salah satu sekolah lain yang dapat memberikan

banyak informasi," ujar Menag yang akrab disapa LHS merespon

pertanyaan yang dilontarkan presenter acara One on One MNC TV Latief

di studio MNC TV di bilangan Kebon Sirih – Jakarta, Rabu (4/2) malam.



Menag juga mengaku, bahwa twitter merupakan sosial media yang sangat

menghiburnya, karena itu, Menag mengaku merasa sangat bersyukur dengan

adanya sosial media seperti Twitter.



Menanggapi maraknya tren aksi selfie di Media, Menag mengatakan

persoalan Selfie yang gencar di beritakan media, itu semua tergantung

niatnya. "Ambil hikmahnya saja, dengan kontroversi tersebut, kita bisa

mengambil hikmah yang lebih esensial dari suatu ajaran agama. Ambil

nilai positifnya saja", kata Menag.



Merespon penilaian Latief Siregar yang melihat LHS merupakan Menteri

yang paling unik diantara menteri-menteri lainnya pada kabinet

Jokowi-JK, karena satu-satunya menteri dari kabinet SBY, dan menteri

dari parpol yang tidak mendukung pemerintah.



Menag menjawab, itu hanya kebetulan saja. "Memang Saya menjadi Menag

di penghujung pemerintahan SBY, tepatnya 133 hari. Dengan demikian,

pada pemerintahan Jokowi-JK ini saya hanya melanjutkan apa yang sudah

saya rintis selama kurang lebih 3 bulan di masa pemerintahan SBY.

Utamanya, Menag ingin mengembalikan semangat, ruh, jiwa dan semangat

seluruh pegawai Kemenag," jelas Menag.



Menjawab pertanyaan mengapa ongkos haji negara lain lebih murah dari

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang dibebankan kepada jemaah

haji Indonesia. Menag menolak pernyataan tersebut, karena justru

negara lain semisal Malaysia, Brunei, Singapura justru lebih mahal.



Menag memberi perbandingan, ongkos jemaah haji Indonesia hanya US

3200, sementara Malaysia US 4475, Singapura US 6800, dan Brunei

Darussalam US 9100. Melihat perbandingan biaya perjalanan haji yang

harus dikeluarkan seorang jemaah haji di tiga negara selain Indonesia,

maka ongkos jemaah haji Indonesia lebih murah.



"Selain lebih murah, jemaah haji kita juga mendapat living cost 1500

real, fasilitas makan atau katering selama di Madinah, transportasi

bis shalawat di Mekkah dan selama di Arafah dan Mina, serta memperoleh

kain ihram dan mukena," jelas Menag.



Selain sosial media dan haji, sejumlah isu seputar kerukunan antarumat

beragama, kehidupan beragama dan pendidikan menjadi isu yang dibahas

dalam talk show tersebut. (arief/dm/dm).

0 komentar:

Posting Komentar

Yuk Berdiskusi !!!