6.27.2014

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan


“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa barokah, rahmah, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia pada sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan olehNya. 

Pada bulan ini nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitabNya. Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. 

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali silaturahmimu. Jagalah lidahmu. Tahanlah pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. Tahanlah pula pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu akan dikasihi manusia.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tangan untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka yang menyeruNya, menyambut mereka ketika mereka memanggilNya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepadaNya. 

Wahai manusia! Sesungguhnya disebabkan diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar. Karena punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaranNya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud , dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin.

Wahai manusia! Barang siapa diantaramu memberi makanan untuk berbuka kepada orang-orang mukmin yang melaksanakan shaum pada bulan ini, maka pada sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, kami semua tidaklah mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khutbahnya,”Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Barangsiapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, dia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaanNya pada hari kiamat. Barangsiapa yang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murkaNya pada hari ia berjumpa denganNya. Barangsiapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa denganNya. Barangsiapa menyambung tali persaudaraan pada bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmatNya pada hari ia berjumpa denganNya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan dari rahmatNya pada hari ia berjumpa denganNya. Barangsiapa melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan tujuh puluh shalat fardhu pada bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Syetan-syetan terbelenggu, maka mintalah agar mereka tidak lagi pernah menguasaimu.” 

Amirul Mukmini, Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata,”Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama pada bulan ini?” “Ya Abu Al-Hasan, amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.” Jawab Nabi Salalluhu ‘Alaihi Wassalam. (Mutafaq ‘alaih).(SP)

0 komentar:

Posting Komentar

Yuk Berdiskusi !!!